DAFTAR SUMBANGAN BUKU PERPUSTAKAAN BERSAMA PER-BULAN APRIL 2013

April 25, 2013
    • Bulan April 2010

     

    Sumbangan Bulan April 2010 dari Icha Sipit

    diterima oleh Perpustakaan Bersama pada tanggal 29 April 2010

     

     

    No Judul Buku Pengarang Penerbit Ket
    1 Being 17 Amelia Gramedia
    2 Mama Aku Telah Ternoda J B Dasuri Sahabat Setia
    3 Mates, Dates and Portobello Princess Cathy Hopkins Gramedia
    4 Trilogi Merlin Kecil Jane Yolen Serambi Ilmu Semesta
    5 Dewi Bermata Kelabu Mary Pope Osborne Serambi Ilmu Semesta
    • Bulan Mei 2010

     

    Sumbangan Bulan April 2010 dari Medi Bilem

    diterima oleh Perpustakaan Bersama pada tanggal 11 Mei 2010

    Read the rest of this entry »


“ESON” (Aku, Kami)

February 12, 2013
10022013
“Belajarlah menulis, maka kamu akan abadi !”
(Alm. Budiman S. Hartoyo, wartawan senior Majalah TEMPO)
Kami paham betul makna dari kalimat itu..
Karena itu kami menulis…
Dan inilah karya kami dari Perpustakaan Bersama
Bahwa kami ada, dan kami akan abadi dalam buku ini..!!

Salam

Perpustakaan Bersama, Gresik


Apresiasi

July 17, 2011

 

Apresiasi dan Terima kasih kami ucapkan, atas sumbangan buku yang telah diberikan untuk jadi tambahan koleksi perpustakaan kami, seluruh koleksi buku kami dapat diakses siapapun/rakyat umum secara gratis ( peminjaman buku tidak dipungut biaya) karena komitmen kami adalah untuk memberikan sumbangan kecil bagi rakyat miskin di negri ini agar terbebas dari belenggu ketidaktahuan serta pembodohan dari mereka yang sedang berkuasa dan tidak menginginkan rakyat

menjadi pandai, kritis lalu mulai mempertanyakan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat miskin ini.

 

Terima kasih sekali lagi pada mereka yang telah menyumbangkan sebagian buku dari koleksi pribadi mereka untuk dapat dibaca secara cuma-cuma melalui perpustakaan kami, pemberian  ini adalah wujud nyata kontribusi mereka terhadap rakyat negri ini, dari kami bukanlah sematan bintang di dada seperti para pahlawan besar, tapi hanya ucapan kecil dalam kalimat-kalimat ini, serta jabat tangan erat penuh ketulusan penghargaan.

 

Terima Kasih…..

 

 

 

Daftar Sumbangan Buku di PERPUSTAKAAN BERSAMA 

selengkapnya dapat di lihat di sini.


Manjali dan Cakrabirawa

May 9, 2011

Judul Buku : Manjali dan Cakrabirawa

Penulis          : Ayu Utami

Penerbit       : Kepustakaan Populer Gramedia, 2010

Oleh : Iwan Soebakree*

Novel ini merupakan kelanjutan dari novel Bilangan Fu yang terangkai dalam satu seri. Apabila novel Bilangan Fu lebih bernuansa filosofis, maka seri roman ini lebih merupakan petualangan memecahkan teka-teki. Seri Bilangan Fu sendiri adalah serangakaian novel dengan tiga tokoh utama Marja, Yuda dan Parang Jati. Kali ini, si gadis kota, Marja dititipkan oleh Yuda kekasihnya kepada Parang Jati sewaktu libur kuliah. Mereka menjelajahi alam pedesaan Jawa serta candi-candi disana, perlahan namun pasti Marja jatuh cinta pada sahabatnya itu. Parang Jati membuka matanya akan rahasia yang terkubur dibalik hutan : kisah cinta, sedih dan hantu-hantu dalam sejarah negeri ini. Salah satunya adalah hantu Cakrabirawa atau Bhairawa Cakra.

Tema mengenai percandian dari masa Indonesia klasik, mitos calon arang serta misteri arca Bhairawa Cakra, yang kemudian dipakai oleh pasukan elit penajaga presiden pada masa Orde Lama dengan nama Cakrabirawa. Semua berhasil dirangkaikan dalan sebuah teka-teki yang cantik dan menarik oleh Ayu Utami. Ditambah dengan adanya tokoh Jacques-seorang arkolog dari Prancis- turut memberikan warna pada pola-pola pemikiran dalam novel ini. Antara pemikiran irasional yang spiritualis dan klenik dengan pola pikir rasional khas ilmuwan. Rentetan kebetulan-kebetulan dalam novel ini seakan-akan memberikan pilihan pada kita. Memilih berpikir irasional dan berkata bahwa ini adalah rencana Tuhan ataukah berpikir rasional dengan berusaha mencari pola-pola dari kejadian-kejadian tersebut. Read the rest of this entry »


Pengantar Umum Psikoanalisis – Sigmund Freud

April 5, 2011

Judul Buku       : Pengantar Umum Psikoanalisis

Penulis               : Sigmund Freud

Penerbit            : Pustaka Pelajar (2006)

 

Oleh : Iwan Soebakree*

Seorang kawan, menyarankan padaku untuk membaca buku ini ketika untuk pertama kalinya aku menyandang status sebagai seorang ayah. “Untuk membantu kau dalam memahami si kecil,”katanya. Ketika aku buka lembar demi lembar buku yang lumayan tebal ini, aku masih mereka-reka apa maksud dari Sigmund Freud dengan istilah psikoanalisanya. Dari judulnya saja, otakku yang hanya sekelas otak kambing sudah berkata,”Beraaatt…..!”. asumsi awalku, mungkin kawanku ini ingin aku belajar memahami faktor-faktor psikologi anakku yang masih bayi. Namun, setelah aku baca ternyata psikoanalisa tidak hanya membahas tentang psikologi anak kecil (bayi) semata. Dalam karyanya ini, Freud menyusun sebuah model sifat manusia untuk memahami manusia (human qu human) dan masa kanak-kanak inilah awal dari konsep dasar pemikirannya.

Dalam pandangan Freud, perkembangan individu adalah sebuah bentuk dari evolusi perkembangan manusia. Dorongan utama dalam diri manusia (energi seksual) merupakan sebuah proses evolusi sejak kelahiran hingga masa puber dan dewasa yang kemudian membentuk mentalitas yang berbeda-beda dalam kehidupan masing-masing individu. Segala gangguan psikologis yang dialami manusia dari awal pertumbuhan hingga dewasa jelas berpengaruh terhadap kesehatan mental dari seorang individu. Pendeknya dengan psikoanalisis, Freud ingin membantu manusia untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahannya dari pendekatan psikologi dan mencapai sesuatu hal yang dikatakannya sebagai manusia “Sehat”. Read the rest of this entry »


Mereka Yang Dilumpuhkan – Pramoedya Ananta Toer

March 25, 2011


Oleh : Kyand Cavalera*

Mengisahkan tentang Abas dan penjara Bukit Duri. Penjara bagi anak – anak Indonesia yang dipenjarakan oleh Belanda karena sebab dianggap berbahaya. Manusia – manusia Belanda sendiri yang ditipu pemerintahannya. Tempat yang tak seharusnya dihuni manusia yang sesuai kodratnya bebas. Tekanan batin dan fisik yang ditumpahkan kepada tubuh – tubuh mereka yang dilayakkan seekor kuda. Dan pemilik tubuh tak punya kuasa atas tubuhnya, dengan kata lain hak nya sebagai manusia hilang oleh kekuasaan penjajah ( baca: Belanda ). Dan mau tak mau harus diterima. Yang dengan tertutupnya pintu penjara, mereka ini meninggalkan dunia bebas dan tak tahu kapan akan menghirup udara bebas diluar.

Tentu saja tak ada beda dengan lingkungan dunia luar yang menciptakan watak dan karakter manusia, lingkungan penjara juga menciptkannya. Dengan tekanan fisik dan batin yang dibebankan, dikungkungkan  pada tiap – tiap penghuninya. Luas penjara yang hanya tak seberapa tak mampu membendung kuatnya luapan kebebasan penghuninya. Sehingga manusia bui ini lebih memilih menyembunyikan wajah asli mereka dalam sel tahanan sempit. Gambaran kekangan rantai penjajahan. Read the rest of this entry »


Sang Pemimpi dan Inspirasi

March 14, 2011

Judul Buku       : Sang Pemimpi
Penulis              : Andrea Hirata
Penerbit            : Bentang Pustaka

Oleh : Iwan Soebakree*

Buku ini merupakan sequel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan buku ini, semua pembaca novel ini menyepakati bahwa Sang Pemimpi sangat inspiratif. Buku ini seakan meneruskan kesukesan Laskar Pelangi yang terbit sebelumnya. Sesuai dengan judulnya “Sang Pemimpi” yang menceritakan kisah para perajut Mimpi dari Tanah Belitong. Mereka adalah Ikal (dewasa), Arai dan Jimbron. Tetap menampilkan sebuah kesederhanaan seperti halnya Laskar Pelangi, namun penuh semangat juang dalam meraih mimpi-mimpi mereka.

Pada saat anda membaca awal dari buku ini, mungkin anda akan tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala membaca kekonyolan dan kenakalan dari tokoh-tokoh didalamnya. Sampai-sampai sebutan “berandal” disematkan kepada mereka. Keanggunan bahasa dan segala daya tariknya mampu menyedot anda kedalam dunia mereka, sehingga seakan-akan anda dapat merasakan menjadi bagian dari cerita. Sempat saya tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah jimbron yang tergila-gila dengan kuda, trenyuh melihat kepedulian seorang Arai terhadap sesamanya. Sesuatu hal yang jarang terjadi dalam kehidupan sekarang.

Potret-potret kecil perjalanan mereka yang memiliki efek filosofis dan sarat akan pesan moral, akan langsung menusuk kedalam sanubari anda. Selingan humor yang kadangkala muncul, dibalut dengan keadaan yang serba tidak berdaya, terasa halus, sehingga tanpa terasa anda akan tertawa sekaligus menangis. Namun, arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda melihat ke dalam diri sendiri, memantik semangat anda, sehingga akhirnya anda berani berkata “Tidak” pada semua keputusasaan dan tak akan menyerah pada segala ketakberdayaan karena keadaan. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: