Diskusi Terbuka

May 27, 2011

Advertisements

“ BENTENGAN ” – SEBUAH PERMAINAN ANAK NEGERI

May 27, 2011


(EVOLUSI PERMAINAN BERAKAR DARI BUDAYA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA)

Oleh : Aries *

Dolanan bocah atau permainan anak-anak mungkin tidak asing kita dengar, atau kita jalani waktu masa kecil, terutama saat kita memasuki pendidikan formal TK dan SD hingga SMP. Ada goba sodor, dakonan, patel lele ( pukul tongkat ), engkle, bentengan dan beberapa permainan anak-anak kita dulu. Tapi semua itu kini seakan menjadi “Barang “ langka atau bahkan telah lenyap dari pandangan mata.

Entah apa sebab, semua permainan tradisional itu seakan-akan enggan untuk tampil kembali atau sengaja tidak ditampilkan kembali, berganti dengan bentuk-bentuk permainan yang lebih berkarakter individualis, kompetitif dan liberal. Coba kita lihat, arena-arena rental game play station, game online yang berjubel anak-anak seusia SD dan SMP. Bagaimana antusias mereka pada ide-ide permainan elektronik visual tersebut, yang tanpa disadari bisa menjadikan candu. Lebih nyata lagi bahwa kenyataan tersebut telah menjadikan individu-individu yang berkompetisi untuk menjadi pemenang……… ya jadilah bentuk skema nyata antara pemenang dan yang kalah. Lantas, apa yang kemudian hari terbangun bentuk dari anak-anak tersebut dimasa selanjutnya?????????????

Pernahkah kita sadari bahwa game elektronik telah membudaya, dan secara tidak sadar, kitapun telah menyepakati keberadaanya. Lantas kemana dolanan anak-anak buah karya leluhur bangsa yang lebih menitik beratkan untuk membangun karakter budaya dalam kebersamaan?? Read the rest of this entry »


KEDONDONG vs DURIAN

May 21, 2011

Oleh : Jennifer Rad*

Cantik ataupun tampan tidak menjamin apakah orang itu baik dan sempurna.

Ibarat kedondong,

semua orang yang melihat kulit kedondong yang halus membuat orang-orang  ingin mencicipi,

tetapi setelah itu orang-orang akan terkejut karena rasa kedondong yang ASAM,

sebaliknya durian yang kulitnya berduri,jelek,dan kasar membuat orang-orang enggan menyentuhnya,,

tetapi sesungguhnya durian memiliki rasa yang manis,jika orang-orang mau mencobanya…

Tetapi kenyataanya antara kedondong dan durian sama-sama tidak menguntungkan

KEDONDONG akan dijauhi setelah orang-orang mengetahui rasanya yang ASAM

DURIAN pun tidak ada yang mendekati karena fisiknya yang buruk,,

tetapi orang-orang akan menyukainya setelah mengetahui rasa MANIS dari durian….

Sekarang bisa kita lihat pada realitas kehidupan kita sehari-hari Read the rest of this entry »


Manjali dan Cakrabirawa

May 9, 2011

Judul Buku : Manjali dan Cakrabirawa

Penulis          : Ayu Utami

Penerbit       : Kepustakaan Populer Gramedia, 2010

Oleh : Iwan Soebakree*

Novel ini merupakan kelanjutan dari novel Bilangan Fu yang terangkai dalam satu seri. Apabila novel Bilangan Fu lebih bernuansa filosofis, maka seri roman ini lebih merupakan petualangan memecahkan teka-teki. Seri Bilangan Fu sendiri adalah serangakaian novel dengan tiga tokoh utama Marja, Yuda dan Parang Jati. Kali ini, si gadis kota, Marja dititipkan oleh Yuda kekasihnya kepada Parang Jati sewaktu libur kuliah. Mereka menjelajahi alam pedesaan Jawa serta candi-candi disana, perlahan namun pasti Marja jatuh cinta pada sahabatnya itu. Parang Jati membuka matanya akan rahasia yang terkubur dibalik hutan : kisah cinta, sedih dan hantu-hantu dalam sejarah negeri ini. Salah satunya adalah hantu Cakrabirawa atau Bhairawa Cakra.

Tema mengenai percandian dari masa Indonesia klasik, mitos calon arang serta misteri arca Bhairawa Cakra, yang kemudian dipakai oleh pasukan elit penajaga presiden pada masa Orde Lama dengan nama Cakrabirawa. Semua berhasil dirangkaikan dalan sebuah teka-teki yang cantik dan menarik oleh Ayu Utami. Ditambah dengan adanya tokoh Jacques-seorang arkolog dari Prancis- turut memberikan warna pada pola-pola pemikiran dalam novel ini. Antara pemikiran irasional yang spiritualis dan klenik dengan pola pikir rasional khas ilmuwan. Rentetan kebetulan-kebetulan dalam novel ini seakan-akan memberikan pilihan pada kita. Memilih berpikir irasional dan berkata bahwa ini adalah rencana Tuhan ataukah berpikir rasional dengan berusaha mencari pola-pola dari kejadian-kejadian tersebut. Read the rest of this entry »


Ketika Gresik Tak Lagi Berhias Iman

May 3, 2011

By: Eetha Natnat *

Realita yang ironis untuk kota para wali yang memiliki beribu santri, puluhan pesantren yang kian menjamur dikota ini. Namun menjamurnya pesantren diiringgi juga dengan menjamurnya warung kopi panggku. Kini warung kopi yang menjadi sarana pemersatu masyarakat gresik secara tidak langsung. Yang berfungsi tak hanya sebagai ajang tempat kumpul, tempat membaca koran, sharing pengalaman, tetapi fungsi yang baik itu sekarang berubah menjadi ajang prostitusi. Realita ini tak bisa dipungkiri dan ini semua tidak hanya terjadi dikota tapi juga di pinggiran kota bahkan di pedesaan.

Ini semua bisa dibuktikan salah satuya ketika kita mencoba berjalan ke arah barat dari Gresik kota menuju daerah Mojokerto. Disana kita akan melihat banyak berdirinya warung kopi pangku berdiri berdampingan, beriringan seolah bersaing satu sama lain dan para gadis berumur belia yang menjadi pelayan nampak berjajar menunggu para lelaki buaya. Dan itu mungkin hanya salah satu contoh kecil tempat yang tidak kita ketahui lagi berapa banyak tempat seperti itu membanjiri kawasan Gresik. Sungguh realita yang ironis. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: