Catatan Gila Soal Cinta (Bag. 2 – Habis)

February 7, 2012

Oleh : Kyand Cavalera*)

Cinta, aku suka kata itu. Bukan begitu kawan? Kau tahu, sudah beberapa hari ini aku tak bertemu dengannya. Padahal ingin sekali diri ini. kau tahu lah orang yang dilanda rindu berkepanjangan. Sudah lama sekali tak bersua dengannya. Ah, romantisme belaka. Kenyataannya aku terlalu pengecut. Sudahlah biarkan saja tetap jadi bebek liar. Kebebasan dia yang punya. Yah, kukira cinta hanyalah sebuah bahasa dari system kerja otak bersama hormon tubuh. Bisa juga dibilang Libido, peninggalan masa purba, atau hasil dari Evolusi jutaan tahun.

Bicara soal kebebasan yang dasarnya milik semua orang, bagaimana dengan cinta apakah juga membebaskan? Ya,ya,ya aku tahu cinta yang itu pilihan masing – masing orang. Mau apapun itu pilihan mereka, tak ada hak untuk melarang. Toh ending nya juga sama hubungan antar kelamin. Petani juga berhubungan dengan sawah, meski tak melibatkan kelamin. Tentulah Adam akan patah hati bila Hawa direbut orang. Kupikir petani juga akan rela sawahnya di ambil. Jangankan petani, tentara pun akan gundah. Read the rest of this entry »


Bangsaku Bangsa Budak

August 7, 2011


Oleh : Kyand Cavalera*

Zaman komunal primitive..

Zaman perbudakan…

Zaman tuan tanah dan para raja… permodalan….

Lalu..

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia, hal – hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain – lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat – singkatnya “.

Jakarta 17 – 08 – 1945.

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno – Hatta.

Di tiap – tiap periode ada hari, bulan, tahun, yang silih berganti. Begitu banyak perjalanan dari negeri ini, baik yang tercatat dan yang hilang diterpa masa. Manusia dari tiap – tiap periode lah yang membikinnya. Dan sejarah terbentuk. Dikumpulkan dari putaran masa, dan dari situ generasi belajar mengenal akar dan asalnya.

. Indonesia tanggal 19 juli 2011. Disebuah desa…

Masih cerah seperti biasanya. Kadang – kadang saja turun hujan dengan tak terduga. Cuma hujan biasa, cukup untuk memberikan efek sejuk kepada tanah. Angin juga masih berhembus seperti biasa menggerakkan batang pohon, dedaunan, debu, hingga rok para murid perempuan di sekolah itupun bila angin berbaik hati mau sedikit kencang. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: