Dunia Sophie : Sebuah Novel Filsafat

February 9, 2011

Judul : Dunia Sophie

Pengarang: Jostein Gaarder

Tebal : 561 halaman

Penerbit : Mizan

Tahun Terbit :1996

Alkisah berputar di sekitar seoran gadis kecil berusia 14 tahun bernama Sophie Amundsen. Dia adalah seorang gadis yang hidup bersama ibunya sementara ayahnya yang seorang kapten kapal tidak dapat menemaninya di rumah. Awalnya, kehidupannya terbilang wajar seperti kebanyakan anak seumurannya yang pada umumnya lebih senang bermain. Kehidupan Sophie mendadak berubah semenjak ia mendapatkan sebuah surat misterius dari orang yang mengaku namanya sebagai Alberto Knox. Entah siapa orang itu, namun setiap hari surat-surat berisi pelajaran filsafat datang padanya. Selama berkala, Sophie memperoleh pendidikan filsafat dengan cara yang unik dari seorang yang sebelumnya sama sekali tidak di kenalnya. Dan seiring dengan bertambahnya pelajaran filsafat yang diperoleh, Sophie pun semakin penasaran dengan guru filsafatnya. Terlebih lagi, nama Sophie berada dalam percakapan kartu-kartu pos aneh yang dikirim oleh Albert Knag kepada Hilde Knag di kediaman Alberto Knox. Entah kenapa, dua orang tersebut seperti sangat mengenal Sophie sementaa tidak bagi Sophie untuk mengenal keduanya. Apakah ini ada kaitannya dengan pelajaran filsafat aneh yang diterimanya dari oang bernama Alberto Knox? Ataukah jangan-jangan ada rencana terselubung di balik pelajaran filsafatnya yang aneh? Semua misteri tersebut akan terjawab pada akhir cerita bertumpuk yang tak terduga alurnya. Read the rest of this entry »

Advertisements

Sejarah Filsafat Barat dan kaitannya dengan kondisi sosio-politik dari zaman kuno hingga sekarang

February 9, 2011

Penulis: Bertrand Russell
Penerjemah: Sigit Jatmiko dan kawan-kawan
Penerbit: Pustaka Pelajar
Tahun: Januari 2004
Ketebalan: 110 halaman
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ 979-3237-34-1
Sinopsis Buku

Dalam buku ini, penulis berusaha memaparkan sebuah tinjauan sejarah filsafat Barat yang dimulai sejak zaman pra-Socrates. Zaman pra-Socrates menandai permulaan manusia dalam memikirkan asas-asas fundamental alam semesta. Dalam bahasa lain adalah filsafat alam kuno. Kemudian, kosmologi kuno ini mengalami pergeseran menuju filsafat yang berpusat pada manusia. Socrates berdiri paling depan dalam menjelaskan antropologi manusia yang didasari kebijakan-kebijakan filosofis. Setelah babak Socrates, Plato dan Aristoteles, sejarah filsafat berlabuh dalam pemikiran kontemplatif teologis, yaitu dalam wujud filsafat Plotinus. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: