Surabaya Kini, di Sore Hitam Putih

September 27, 2012

Oleh : Mega Syamllan*

Ibarat terbang jauh melintas laut, jauh sekali sekali dari sarang nyaman penuh cinta. Datang kemari ke hutan luas sebagai dunia baru yang sama sekali asing,dan misterius entah dengan tanaman beracunnya, binatang-binatang sesama penghuni hutan yang menatap tajam, penuh curiga.

Mencoba menyamankan diri, karena disinilah masa depan. Aku mencarinya disini. Dengan tekad penuh bahwa kekuatanku yang jauh disana bahagia, dengan harapan bahwa mereka di balik langit akan bangga. Sungguh banyak sekali mimpi disetiap tidur, semangat disetiap bangun, senyuman di setiap lemah dan keyakinan semua baik-baik saja.

Aku baru disini, tetapi Atas nama Tuhan, aku yakin hidup disini akan berjalan mulus, akan ada mereka, bunga, rumput, angin, pohon-pohon kuat, jamur-jamur atau apa saja yang akan aku temui disini, mereka yang akan aku sebut TEMAN.

Indah sekali saat membayangkan itu. Aku punya teman. Teman di tempat baru. Teman yang akan saling berbagi,aku akan merasakan wangi-wangi mereka, elusan mereka, berlindung pada mereka, bermain, tertawa, mungkin turut merasakan kesedihannya , walaupun aku hanya seekor burung kecil aku bisa memberikan kehangatan besar pada mereka. Aku yakin sekali itu. Read the rest of this entry »


Hiruk Pikuk – ku

September 17, 2012

Oleh :  Ilham* 

            Tak tahu darimana harus memulainya. Mungkin terlalu lama tak menulis atau bahkan baru sadar ternyata aku belum pernah menulis? Tak tahu aku. Yang ingin kubagi disini hanya secuil peristiwa yang pernah hadir dalam hidupku.

Aku bukan penulis ulung, layaknya Pramoedya dengan Tetralogi Buru nya ataupun Dewi Lestari dengan Supernova nya. Aku tertarik untuk menulis karena mereka inilah yang memberiku sepercik inspirasi  bahwa dengan menulis kita bisa mengungkapkan, meluapkan ataupun menggambarkan apapun yang ingin kita sampaikan. Aku masih ingat kata teman ku bahwa dalam tulisan lah seseorang dapat dikatakan ada atau hidup. Apabila orang tersebut dapat di gambarkan sebagai suatu sosok di dalam tulisan. Dengan kata lain, seorang itu bisa meng “ada” kalau ia menulis, ditulis atau tertulis.

Sekarang, ijinkan aku mencoba, ijinkan aku menulis, dalam huruf…

Ini cerita tentang sepenggal hidup. Hidupku. Jangan bayangkan kisah, jangan harapkan sepenuhnya. Ini hanya penggalan, yang mungkin tak berarti. Tapi tetaplah hidupku, isi otakku, meski dalam penggalan cerita. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: