5 cm

January 31, 2011

Penulis/Author: Donny Dhirgantoro Penerbit/Publisher: Grasindo Cetakan/Edition: 2005 Kategori/Category: Fiksi Sekali lagi, aku terkagum-kagum membaca karya anak bangsa. Jangan-jangan memang aku yang sudah terlalu lama merantau melebihi keinginan bathin?? Yang pasti, aku tahu, aku sangat normal karena selalu merindukan Jakarta dengan sejuta tempat makan super nikmatnya plus lampu-lampu jalanan dan suasana romantis Jakarta Kota di malam hari. Thanks Donny, for putting all my imaginations and desires into such a believable writing (lihat halaman 353). Silakan tidak percaya juga, karena aku pun merindukan macetnya kota Jakarta, waktu yang tidak pernah habis di caci maki tetapi waktu yang tepat pula untuk menganalisa sisi kanan-kiri mobil dan melihat wajah Jakarta dari balik kaca, sambil tune-in radio kesayangan, hahaha… I know I am never crazy for wanting to go home afterall. Kelima sahabat (Arial, Genta, Riana, Zafran dan Ian) berteman sejak mereka masih memakai seragam putih abu-abu, masa-masa muda yang penuh cerita lucu, sedikit tolol maupun cerita sedih yang akan selalu dikenang sebagai hal paling manis dalam hidup. Persahabatan mereka sedemikian eratnya sehingga tak terasa mereka selalu bertemu dan bercengkerama hampir setiap hari, meskipun sebagian dari mereka sudah mulai bekerja. Untuk menghindari kejenuhan yang kronis, mereka sepakat untuk tidak berkomunikasi selama 3 bulan, waktu yang akan mereka pakai untuk melanjutkan hidup dan memungut apa yang sempat terbengkalai karena kegiatan dengan para sahabat. Arial mencari cintanya, Genta, Zafran dan Riana berusaha fokus pada pekerjaan mereka, sedangkan Ian melanjutkan kembali skripsinya yang sudah lama tertunda. Pertemuan setelah 3 bulan nanti akan mereka rayakan secara besar-besaran. Read the rest of this entry »

Advertisements

%d bloggers like this: