Mereka Yang Dilumpuhkan – Pramoedya Ananta Toer


Oleh : Kyand Cavalera*

Mengisahkan tentang Abas dan penjara Bukit Duri. Penjara bagi anak – anak Indonesia yang dipenjarakan oleh Belanda karena sebab dianggap berbahaya. Manusia – manusia Belanda sendiri yang ditipu pemerintahannya. Tempat yang tak seharusnya dihuni manusia yang sesuai kodratnya bebas. Tekanan batin dan fisik yang ditumpahkan kepada tubuh – tubuh mereka yang dilayakkan seekor kuda. Dan pemilik tubuh tak punya kuasa atas tubuhnya, dengan kata lain hak nya sebagai manusia hilang oleh kekuasaan penjajah ( baca: Belanda ). Dan mau tak mau harus diterima. Yang dengan tertutupnya pintu penjara, mereka ini meninggalkan dunia bebas dan tak tahu kapan akan menghirup udara bebas diluar.

Tentu saja tak ada beda dengan lingkungan dunia luar yang menciptakan watak dan karakter manusia, lingkungan penjara juga menciptkannya. Dengan tekanan fisik dan batin yang dibebankan, dikungkungkan  pada tiap – tiap penghuninya. Luas penjara yang hanya tak seberapa tak mampu membendung kuatnya luapan kebebasan penghuninya. Sehingga manusia bui ini lebih memilih menyembunyikan wajah asli mereka dalam sel tahanan sempit. Gambaran kekangan rantai penjajahan.

Disini Abas sebagai tokoh utama menceritakan pengalamannya di penjara serta penglaman bersama para penghuni lain di penjara dan pulau derita tempat kerja paksa seperti Karya, Komandan penjara, Suaib, Mami si babu, Sarpin, dll. Bagaimana kehidupan dalam penjara yang keras, harus dilewati tiap hari. Keinginan untuk mengetahui dunia luar yang membuncah tak bisa mereka raih. Kesendirian dalam keterasingan yang membuat gila. Kerja paksa di pulau derita yang dibebankan pada pikiran, jiwa dan fisik mereka. Tentang hasrat cinta, persahabatan, pengkhianatan, birahi, dan nasionalisme yang ada pada mereka. Salah satu potret manusia bui dan ditindas di Indonesia kala penjajahan.

Dengan “ Mereka yang Dilumpuhkan “, kita seakan diajak melihat sebuah film dokumenter tentang manusia – manusia penjara. Lewat goresan kata dan maknanya Pramoedya Ananta toer bercerita. Mengajak kita melihat sejarah bagaimana kehidupan dalam kungkungan masa penjajahan yang tak pernah diulas oleh para guru sejarah kita disekolah. Sisi hidup yang tak pernah terdokumentasikan. Sebuah karya dan usaha untuk mengenal Indonesia.

*Mahasiswa Univ. Muhammadiyah Gresik, aktif di Lembaga Pers Kampus Univ. Muhammadiyah Gresik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: