IDAYU DAN PEREMPUAN MASA DEPAN INDONESIA

March 5, 2011

Oleh : Iwan Soebakree*

Mungkin pada saat anda membaca judul di atas, yang terpikir adalah siapa itu Idayu? Dan apa hubungannya dengan perempuan masa depan Indonesia? Yah Idayu yang disebutkan dalam judul di atas memang bukan siapa-siapa kawan. Dia hanyalah manusia biasa yang lahir ke dunia ini bersama dengan bayi-bayi lain yang secara kebetulan lahir berbarengan dengan hari kelahirannya. Benar kawan, Idayu adalah anakku. Berjenis kelamin perempuan dan lahir pada hari Minggu tanggal 27 Februari 2011 di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Gresik, Jawa Timur.

Aku namakan anakku ini Idayu jelas bukan tanpa maksud. Ada pujangga yang bilang apalah arti sebuah nama, meski kultur yang ada di sini tidaklah demikian. Istriku sampai meminjam sebuah buku yang berisi nama-nama bayi di dunia, dari berbagai bahasa, yang bahkan nama-nama artis top Indonesia pun nongkrong di sana lengkap dengan artinya. Apabila aku sebutkan satu persatu jelas ruang yang tersedia tidak bakal tercukupi (bahkan istriku sendiri saja sampai bingung mau memilihnya), namun bisa aku gambarkan bahwa nama-nama yang jumlahnya ribuan itu punya arti yang indah-indah dan bagus-bagus. Jadi maaf saja apabila anda mencari nama dengan arti yang jelek tidak akan anda temui disitu. He..he..he..! Read the rest of this entry »


Perempuan dan Islam

January 31, 2011

Penulis                       : Nawal el Saadawi

Penerbit                    : Yayasan Obor Indonesia

Jumlah Halaman   : 156 halaman

Tahun terbit            : 2002

Sebuah Inspirasi

Seorang temanku kemarin bertanya kepadaku “ cak Medi, kata dosenku Islam adalah agama yang memuliakan perempuan, benar ta cak? Padahal di Islam poligami dibolehkan, lalu perbuatan poligami apa yo bisa dikategorikan masuk ke memuliakan perempuan?”

Sebentar aku diam, lalu kujawab “ bukannya tak bisa kujawab pertanyaanmu itu dengan jawaban ya benar atau tidak itu salah, tapi mari kita berkeliling berputar-putar di banyak sudut lalu mungkin kau bisa memilih jawaban atas pertanyaanmu itu sendiri.”

Nah, inilah jawabanku…

Apakah Islam memuliakan perempuan? Akan banyak perdebatan disini jika kujawab langsung, dan karena ada sebuah agama kau bawa maka kemungkinan perdebatan ini menjadi “menyakitkan” adalah sebuah kemungkinan yang besar karena perbincangan untuk menilai satu hal dari agama (terlebih di Indonesia) adalah termasuk sensitif.

Gimana kalo kujawab Islam memuliakan sosok ibu. Ada perdebatan disini? Mungkin tidak, tapi mungkin juga ada tapi lebih minimal bukan? Aku tak perlu menuliskan ayat-ayat dalam Alqur’an maupun hadist-hadist umat islam tentang hal ini, tapi kukira sepanjang yang kuketahui, tak ada satu butir dalam ajaran islam yang memperbolehkan menghinakan ibu. Bahkan saat berselisih pendapat di titik yang paling fundamental pun (aqidah), paling jauh yang diijinkan oleh islam adalah meninggalkannya dengan ma’ruf atau dengan cara yang baik dalam arti tidak menyakiti baik secara fisik, verbal maupun bentuk yang lain. Apakah jawabanku ini mencukupi untukmu kawan? Ataukah belum? Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: