Suwandi di Surabaya, Suwandiisme di Malang Raya

February 20, 2013

ijazah

Oleh : Yusuf Al Esvaram*

Walau agak provokatif judul status di atas, tapi ini yang saya tangkap selama kuliah satu semester di IKIP Budi Utomo Malang. Kampus swasta, sederhana, lebih banyak “fitur” manual daripada “fitur-fitu firtual”, krs-san model lawas gak pakai online-nan segala, gedung kampusnya ada 3 walau 1 diantaraya milik “bersama” dengan kampus lain, hanya satu yang saya bisa pastikan, disini justru saya bertemu dengan sosok-sosok Suwandi baru, dengan ragam toleransi terhadap keadaan mahasiswanya.

Siapa Suwandi? Apa itu Suwandiisme?

Suwandi adalah sosok dosen saya ketika berada dikampus Unesa Jurusan Pendidikan Sejarah FIS dulu. Sosok yang banyak berkoar “josss..!!!” ketika mengajar, cenderung toleran-walau kadang agak tidak mudah ditebak isi pikiran beliau apa. Sosok doktorandes dalam gelar, namun saat bertemu mahasiswanya selalu berbicara “saya ini cocoknya dipanggil doktorambles rek!” dan suka menuliskan nama pena “Cak Wandi” daripada nama dan gelar akademis resminya sendiri-yang kalau “pak dan bu dosen” yang lain akan marah luar biasa bila mahasiswanya salah menulis gelar akademisnya dengan sentakan, “gelarku iku suwi olehe rek!”. Read the rest of this entry »


Surabaya Kini, di Sore Hitam Putih

September 27, 2012

Oleh : Mega Syamllan*

Ibarat terbang jauh melintas laut, jauh sekali sekali dari sarang nyaman penuh cinta. Datang kemari ke hutan luas sebagai dunia baru yang sama sekali asing,dan misterius entah dengan tanaman beracunnya, binatang-binatang sesama penghuni hutan yang menatap tajam, penuh curiga.

Mencoba menyamankan diri, karena disinilah masa depan. Aku mencarinya disini. Dengan tekad penuh bahwa kekuatanku yang jauh disana bahagia, dengan harapan bahwa mereka di balik langit akan bangga. Sungguh banyak sekali mimpi disetiap tidur, semangat disetiap bangun, senyuman di setiap lemah dan keyakinan semua baik-baik saja.

Aku baru disini, tetapi Atas nama Tuhan, aku yakin hidup disini akan berjalan mulus, akan ada mereka, bunga, rumput, angin, pohon-pohon kuat, jamur-jamur atau apa saja yang akan aku temui disini, mereka yang akan aku sebut TEMAN.

Indah sekali saat membayangkan itu. Aku punya teman. Teman di tempat baru. Teman yang akan saling berbagi,aku akan merasakan wangi-wangi mereka, elusan mereka, berlindung pada mereka, bermain, tertawa, mungkin turut merasakan kesedihannya , walaupun aku hanya seekor burung kecil aku bisa memberikan kehangatan besar pada mereka. Aku yakin sekali itu. Read the rest of this entry »


Siluet Sepuluh Menitan (Kisah di Stasiun Gubeng)

March 22, 2011

 

Oleh : Kyand Cavalera*

Tak ada yang bisa kubilang selain panas dan sesak dari kota Surabaya. Meski musim sedang tak tentu, tetap saja Surabaya panas dan sesak. Tapi aku lihat mendung sedang berjalan perlahan dan mulai menutupi sebagian selatan. Aku yang sedari tadi hany bisa menunggu dan menunggu akhirnya bosan juga. He’, bukankah menunggu adalah hal yang paling dibosankan oleh manusia, sebagian mungkin. Tapi terasa juga olehku, bosannya menunggu.

Kupandang juga akhirnya sawah dan ikan – ikan kecil yang berkecibak dari tadi. Melihat – lihatsekitar dan menunggu apakah dia akan datang dan acara yang sudah terjanji akan terlaksana. Dia belum datang juga. Padahal, bangsa katanya sudah merdeka tapi masih membudaya yang seperti beginian. Aku sadar kadangkala aku juga ikut membudayakan jam karet. Dia belum datang juga. Terpaksa juga akhirnya pena dan notebook kecil ini kukeluarkan. Mencoba menuliskan apa yang terjadi hari ini. Dia belum datang juga. Perempuan yang akan kembali pulang yang hanya bertemu dan bercakap dalam durasi total satu sampai satu setengah jam di dua hari aku bertatap muka dengan dia. Ingin berlama – lama namun dia tak berkenan sepertinya. Dia, sepupunya dan temannya datang akhirnya.

“ Sudah lama nunggu “. Basa – basi yang biasa. Tersenyum. Lalu berangkat. Tak banyak yang kubicarakan dalam perjalanan selain hal yang biasa saja. Bercerita membanggakan diri. Bercerita tentang rencana kedepan, hal yang biasa bagi para penarik minat hati perempuan. Yang ingin kuubah. Proses kata kawanku. Meski susah. Kumulai perbincangan saat saling diam. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: