Gie: Catatan Seorang Demonstran

March 1, 2011

Catatan harian milik Soe Hok Gie, aktivis yang menempa populariti pada zaman kemahasiswaannya, menjadi inspirasi kepada ramai pembaca yang gemar meneropong sudut-sudut fikir orang.

Catatan harian beliau sejak 4 Mac 1957, seawal umurnya pada 14 tahun, sehingga 8 Disember 1969 telah dibukukan dalam judul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran.

Catatan Gie adalah berkisarkan tentang pengalaman dan pemikirannya terhadap sastera, sejarah, politik, cinta, kehidupan dan kematian.

Lahirnya sang aktivis

Soe Hok Gie atau popular dikenali sebagai Gie, lahir di Indonesia pada 17 Disember 1942.

Seawal umur 15 tahun, Gie sudah melahap karya sastera Shakespeare, Andre Gide, Amir Hamzah dan Spengler, malah pernah berdebat dengan gurunya berkenaan Chairil Anwar dan Rivai Apin. Read the rest of this entry »

Advertisements

Long March di samping ketua Mao Tse Tung

February 16, 2011

Judul buku : Long March di samping ketua Mao Tse Tung

Penulis  : Tjen Tjan Feng

Penerbit : Guci Media Surabaya (2001)

Buku ini diterbitkan berdasarkan sebuah catatan perjalanan seorang tentara Merah China bernama Tjen tjan Feng, ajudan setia Mao Tse Tung selama Long March Revolusi Tiongkok pada tahun 1930-1936, sejauh 12.500 km, yang melewati 11 propinsi mulai dari Fu Cien, Ciang Si, Kuang Tung, Hu Nan, Kuang Si, Kui Chou, Si Kang, Se Cuan, Kan Su, dan yang terakhir menuju Sansi utara.

Setelah membaca buku ini, memang benar seperti yang telah dipesankan oleh sang kata pengantar di awal-awal, buku ini tidak memaparkan muluk-muluk tentang ideology dan pemikiran ataupun strategi politik dan militer ala Mao Tse Tung, melainkan sebuah kisah sikap dan perilaku sehari-hari dari seorang Mao Tse Tung dalam Long March tersebut.

Layaknya sebuah biografi, buku ini ringan untuk dicerna namun tidak mengurangi berbagai pesan moral yang dibawanya. Paling tidak kita bisa melihat gambaran sosok Mao Tse Tung dari perspektif subjektif lain, yaitu dari ajudan setianya, Tjen Tjan Feng yang kemudian diangkat menjadi Kolonel dan menjabat sebagai panglima sub teritorium Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok atau yang lazim disebut dengan Tentara Merah, yang kadang kala jauh berbeda dari yang pernah kita lihat, dengar dan baca dari referensi-referensi orde baru yang mana Komunis itu identik dengan kekejaman dan tidak berperikemanusiaan. Read the rest of this entry »


Arus Balik (Sebuah Novel Sejarah)

February 13, 2011

Judul buku         : Arus Balik (Sebuah Novel Sejarah)

Pengarang          : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit              : Hasta Mitra

Tahun Terbit      : 2002

Jumlah halaman    : 795 hlm.

Sebagai penulis yang pada tempat pertamanya adalah novelis, Pram sengaja memilih menuangkannya hasil penelitiannya dalam bentuk novel daripada suatu karya ilmiah. Bukan tidak  ada maksud kawan, tapi hal inilah yang justru merupakan keistimewaan dari seorang Pramoedya Ananta Toer dibanding novelis-novelis lain. Pram ingin mempresentasikan pesan yang dikandung sejarah bagi semua segmen masyarakat, mulai dari pembaca paling awam sampai pada lingkungan yang paling terpelajar. Lingkaran pembaca seluas-luasnya itulah yag ingin dia jangkau, bukan hanya sejumput intelektual dari lingkaran masyarakat ilmiah, melainkan semua lapisan masyarakat diharapkan dapat mencerna dan memahaminya.

Seperti halnya “Arus Balik” yang sebenarnya adalah suatu bagian dari proyek besar studi sejarah nusantara yang dilakukan Pram sebelum dia ditahan pada tahun 1965, dia tuangkan dalam sebuah novel sejarah dan bukan thesis sejarah. berisi tentang sebuah epos pasca kejayaan nusantara pada awal abad 16, pram ingin kita mencerna dan memahami kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh pendahulu bangsa ini, agar dapat dapat menjadi cerminan dan pelajaran bagi generasi berikutnya. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: