” A M U K “

April 23, 2012

Oleh : Kyand Cavalera

Maret akhir 2012

Hari ini serentak digelar aksi menolak kenaikan harga BBM di seluruh negeri. Mulai dari mahasiswa, buruh, seniman, aktivis, partai, turun kejalan. Sejak kabar tersebut masih berupa wacana, aksi –aksi sudah digelar. Wajar saja imbas dari kenaikan harga BBM akan menaikkan pula harga – harga komoditi lainnya. Sedangkan sudah jadi budaya dinegeri ini pasak selalu lebih besar dari pada tiang.

Aku heran pada Indonesia ini. Sedari kecil aku selalu didongengkan tentang indahnya negeri ini, tentang gemah ripah luh jinawinya, tentang kekayaannya. Pernah juga aku mendengar Koes Plus mendendangkan lagu “ ….kata orang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman…” begitu aku mendengarnya. Tentu saja aku bangga menjadi bagian dari negri ini. Kalau tanah negeri ini kaya, berarti aku sebagai salah satu penghuninya pun kaya. Namun itu hanya sebuah perasaan yang semua terjadi saat aku kecil. Indonesia tak pernah benar – banar kaya, akupun demikian.

Hari ini entah sudah berapa banyak suara yang diteriakkan para demonstran lewat orasinya menolak kebijakan penguasa. Kata – kata lewat teriakan dan spanduk terbentang keluar , panas bak api.  Kalau harga BBM naik, SBY – Boediono harus turun , BBM naik, rakyat tercekik, Tolak liberalisasi BBM, dan lain sebagainya. Berkali – kali sudah suara protes menyala di jalanan dan jawaban selalu saja tak pernah mengenakkan.  Aku sadar kalau undang – undang di negeri ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan penguasa. Dan definisi penguasa adalah DPR dan Presiden. Pertanyaannya adalah aku, kita, kamu, kalian, selain mereka di sebelah mana? Sekolah mahal, bahan pangan bakal naik, makin miskin saja aku. Ah, aku merasa tertindas dan aku ingin merdeka. Read the rest of this entry »

Advertisements

Kamu Yang Sedang Tidak Cantik, Sedang BBM Rencananya Naik

April 3, 2012

Catatan:
ditulis 29 Maret 2012, jam 01:09 wib

Terima kasih untuk novel Larung karangan Ayu Utami dan teman-teman yang telah begitu berani dan rela berpanas berpeluh turun aksi berdemonstrasi menolak rencana kenaikan BBM kemaren.
Salut untuk kalian, tetap semangat, dan CAYOOOO!!!!

Oleh : Medi Bilem

Aku tak tidur malam ini,
aku merasa nyaman,
sedang merindukanmu, bukan fisikmu bukan pula isi otakmu.
Entah apa, hanya kamu, tidak peduli apamu.

Yah, aku terpukau pada email Yasmin Moningka kepada Saman.
Saman yang sedang mandi dan melihat kaki. Atau Shakuntala yang menari.
Iya, tubuhku tidak hanya menyimpan aku yang satu, tetapi aku yang beberapa.

Aku sedang tak ingin membaca buku kuliah. Aku sedang kangen membaca yang selain itu.
Aku sedang jenuh dengan teori, sistem sosial, sistem hukum dan sistem ekonomi.

Bukan hendak tak realis, sekedar menulis untuk “ekspresi jiwa”. Melacur di Eropa layaknya Raden Saleh dalam Tetralogi Pramoedya. Tetapi ada titik aku lelah dan hendak sejenak berebah.
Sayang…,
jika kau tanya soal BBM yang rencananya akan naik bulan depan, tentu sisa otak dan tenaga yang aku punya akan kujawab bahwa itu penghinaan, penipuan, penjajahan oleh mereka yang sedang berkuasa hari ini atas kita manusia-manusia Indonesia yang tidak sedang nyaman, yang tidak punya kuasa. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: