Pelangi Itu, Hilang Satu Warna

April 22, 2013

Oleh : Iwan Soebakre*

 

Barusan dengar cerita dari salah seorang siswaku yang sudah lulus. Ada temennya sekelas yang sebenarnya pada waktu tes penerimaan mahasiswa baru kemarin, dia bisa melanjutkan studinya di Universitas Indonesia. Namun, karena diminta biaya pendidikan sebesar 100 juta, dia terpaksa mengubur impiannya untuk bisa kuliah di tempat itu. Cerita lainnya terjadi setahun sebelumnya, ada siswi yang menurutku dia anak yang cerdas. Ini pun dibuktikan dengan dia yang selalu ranking teratas di kelasnya. Sewaktu penerimaan mahasiswa baru, dia menempuh jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Keterampilan) dan dia berkeinginan untuk masuk ke UNESA (dulu IKIP Surabaya). Mungkin dia ingin jadi guru. Dia lulus tes tersebut, namun tapi karena Ujian Nasional dia tidak lulus, keinginan untuk kuliah di tempat tersebut harus terkubur.

Jadi teringat aku dengan novelnya Andrea Hirata yang konon katanya adalah sebuah kisah nyata. 10 anak dengan segala ketidakberdayaannya, mereka berusaha keras untuk bisa bersekolah. Laskar Pelangi, begitulah Andrea Hirata memberi judul novel tersebut. Kenapa Andrea memberikan sebutan Laskar Pelangi pada kesepuluh anak itu? Yang muncul dalam benakku, adalah bahwa Pelangi itu berwarna-warni. Pelangi itu indah, Pelangi itu titik-titik dan lain sebagainya. Tapi ya sudahlah, toh yang bisa menjawab adalah Penulisnya sendiri. Aku hanya bisa berasumsi bahwa mereka semua, kesepuluh anak itu, mempunyai mimpi-mimpi yang indah tentang masa depan. Mimpi yang indah, seindah pelangi yang muncul dari dari garis cakrawala, berwarna-warni, menjulang tinggi, setinggi impian mereka. Read the rest of this entry »

Advertisements

Sang Pemimpi dan Inspirasi

March 14, 2011

Judul Buku       : Sang Pemimpi
Penulis              : Andrea Hirata
Penerbit            : Bentang Pustaka

Oleh : Iwan Soebakree*

Buku ini merupakan sequel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan buku ini, semua pembaca novel ini menyepakati bahwa Sang Pemimpi sangat inspiratif. Buku ini seakan meneruskan kesukesan Laskar Pelangi yang terbit sebelumnya. Sesuai dengan judulnya “Sang Pemimpi” yang menceritakan kisah para perajut Mimpi dari Tanah Belitong. Mereka adalah Ikal (dewasa), Arai dan Jimbron. Tetap menampilkan sebuah kesederhanaan seperti halnya Laskar Pelangi, namun penuh semangat juang dalam meraih mimpi-mimpi mereka.

Pada saat anda membaca awal dari buku ini, mungkin anda akan tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala membaca kekonyolan dan kenakalan dari tokoh-tokoh didalamnya. Sampai-sampai sebutan “berandal” disematkan kepada mereka. Keanggunan bahasa dan segala daya tariknya mampu menyedot anda kedalam dunia mereka, sehingga seakan-akan anda dapat merasakan menjadi bagian dari cerita. Sempat saya tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah jimbron yang tergila-gila dengan kuda, trenyuh melihat kepedulian seorang Arai terhadap sesamanya. Sesuatu hal yang jarang terjadi dalam kehidupan sekarang.

Potret-potret kecil perjalanan mereka yang memiliki efek filosofis dan sarat akan pesan moral, akan langsung menusuk kedalam sanubari anda. Selingan humor yang kadangkala muncul, dibalut dengan keadaan yang serba tidak berdaya, terasa halus, sehingga tanpa terasa anda akan tertawa sekaligus menangis. Namun, arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda melihat ke dalam diri sendiri, memantik semangat anda, sehingga akhirnya anda berani berkata “Tidak” pada semua keputusasaan dan tak akan menyerah pada segala ketakberdayaan karena keadaan. Read the rest of this entry »


Laskar Pelangi

March 11, 2011

Judul buku/novel : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka •

Laskar Pelangi mengisahkan anak-anak Belitung yang masih memiliki impian, harapan, dan cinta. Sekolah mereka, SD Muhammadiyah, merupakan sekolah yang terancam bubar jika jumlah murid tahun ajaran baru tidak mencapai sepuluh orang. Kehadiran anak kesepuluh disambut suka cita oleh semua orang. Ini merupakan awal mencapai mimpi-mimpi mereka.

SD Muhammadiyah mengajarkan banyak hal kepada anak-anak Laskar Pelangi. Tiadanya fasilitas sekolah yang memadai, tak membuat mereka kehilangan kreativitas. Mereka terus belajar, berkembang, dan semakin dewasa. Hari-hari yang mereka lalui pun membuat persahabatan mereka semaikn erat. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: