Bangsaku Bangsa Budak

August 7, 2011


Oleh : Kyand Cavalera*

Zaman komunal primitive..

Zaman perbudakan…

Zaman tuan tanah dan para raja… permodalan….

Lalu..

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia, hal – hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain – lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat – singkatnya “.

Jakarta 17 – 08 – 1945.

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno – Hatta.

Di tiap – tiap periode ada hari, bulan, tahun, yang silih berganti. Begitu banyak perjalanan dari negeri ini, baik yang tercatat dan yang hilang diterpa masa. Manusia dari tiap – tiap periode lah yang membikinnya. Dan sejarah terbentuk. Dikumpulkan dari putaran masa, dan dari situ generasi belajar mengenal akar dan asalnya.

. Indonesia tanggal 19 juli 2011. Disebuah desa…

Masih cerah seperti biasanya. Kadang – kadang saja turun hujan dengan tak terduga. Cuma hujan biasa, cukup untuk memberikan efek sejuk kepada tanah. Angin juga masih berhembus seperti biasa menggerakkan batang pohon, dedaunan, debu, hingga rok para murid perempuan di sekolah itupun bila angin berbaik hati mau sedikit kencang. Read the rest of this entry »


Mereka Yang Dilumpuhkan – Pramoedya Ananta Toer

March 25, 2011


Oleh : Kyand Cavalera*

Mengisahkan tentang Abas dan penjara Bukit Duri. Penjara bagi anak – anak Indonesia yang dipenjarakan oleh Belanda karena sebab dianggap berbahaya. Manusia – manusia Belanda sendiri yang ditipu pemerintahannya. Tempat yang tak seharusnya dihuni manusia yang sesuai kodratnya bebas. Tekanan batin dan fisik yang ditumpahkan kepada tubuh – tubuh mereka yang dilayakkan seekor kuda. Dan pemilik tubuh tak punya kuasa atas tubuhnya, dengan kata lain hak nya sebagai manusia hilang oleh kekuasaan penjajah ( baca: Belanda ). Dan mau tak mau harus diterima. Yang dengan tertutupnya pintu penjara, mereka ini meninggalkan dunia bebas dan tak tahu kapan akan menghirup udara bebas diluar.

Tentu saja tak ada beda dengan lingkungan dunia luar yang menciptakan watak dan karakter manusia, lingkungan penjara juga menciptkannya. Dengan tekanan fisik dan batin yang dibebankan, dikungkungkan  pada tiap – tiap penghuninya. Luas penjara yang hanya tak seberapa tak mampu membendung kuatnya luapan kebebasan penghuninya. Sehingga manusia bui ini lebih memilih menyembunyikan wajah asli mereka dalam sel tahanan sempit. Gambaran kekangan rantai penjajahan. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: