Arus Balik (Sebuah Novel Sejarah)

February 13, 2011

Judul buku         : Arus Balik (Sebuah Novel Sejarah)

Pengarang          : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit              : Hasta Mitra

Tahun Terbit      : 2002

Jumlah halaman    : 795 hlm.

Sebagai penulis yang pada tempat pertamanya adalah novelis, Pram sengaja memilih menuangkannya hasil penelitiannya dalam bentuk novel daripada suatu karya ilmiah. Bukan tidak  ada maksud kawan, tapi hal inilah yang justru merupakan keistimewaan dari seorang Pramoedya Ananta Toer dibanding novelis-novelis lain. Pram ingin mempresentasikan pesan yang dikandung sejarah bagi semua segmen masyarakat, mulai dari pembaca paling awam sampai pada lingkungan yang paling terpelajar. Lingkaran pembaca seluas-luasnya itulah yag ingin dia jangkau, bukan hanya sejumput intelektual dari lingkaran masyarakat ilmiah, melainkan semua lapisan masyarakat diharapkan dapat mencerna dan memahaminya.

Seperti halnya “Arus Balik” yang sebenarnya adalah suatu bagian dari proyek besar studi sejarah nusantara yang dilakukan Pram sebelum dia ditahan pada tahun 1965, dia tuangkan dalam sebuah novel sejarah dan bukan thesis sejarah. berisi tentang sebuah epos pasca kejayaan nusantara pada awal abad 16, pram ingin kita mencerna dan memahami kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh pendahulu bangsa ini, agar dapat dapat menjadi cerminan dan pelajaran bagi generasi berikutnya. Read the rest of this entry »

Advertisements

Percikan Revolusi Subuh

January 30, 2011

Penulis             : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit          : Hasta Mitra

Tahun Terbit : 2002

Pengalaman mengajar kita,bahwa kita harus berpikir sebelum menceburkan diri dalam medan pengalaman itu sendiri. Berpikir mendahului pengalaman!Dan berpikir itu sendiri sudah suatu pengalaman pendahuluan. Apabila orang menceburkan diri ke dalam pengalaman sebelum menyiapakan diri dalam berpikir akan menumbuk kiri-kanan. Kemudian orang merasa alangkah pahit. Dan kepahitan hidup menuakan orang dan memendekkan umur, Begitu kata orang.

Dari pengalaman-pengalaman manusia, orang belajar mengetahui dan mengenali diri sendiri. Dan tak adalah suatu kesenangan yang begitu sempurna daripada mengenal diri sendiri. Sayangnya,untuk mengenal diri sendiri umur kita terlalu pendek. Jadi sejak bumi ini masih lumpur panas hingga sekarang ini tak seorangpun kenal dirinya sendiri. Tak ada orang yang pernah merasai kesenangan yang sempurna.
Kadang-kadang kita tersandung pada batu, sakit dan mengaduh. Kadang-kadang dengan mendadak saja darah kita meluap mendengar perkataan orang. Atau dengan tidak sadar tiba-tiba kita ingin menonton bioskop, ingin bersanding dengan kekasih. Kita tak pernah mengerti kenapa jadi begitu. Dan hal-hal kecil itu menunjukkan manusia tak kenal dirinya sendiri. Hanya sebentar saja manusia berpikir dengan otaknya sendiri.Ini pula sebabnya mengapa orang banyak mengalami kepahitan dalam hidupnya.

Tulisan ini adalah pengalaman yang terserak-serak. Pengalaman yang tumbuh dari jiwa manusia yang kerdil-suatu campur aduk yang tak berencana. Kesenangan, kesedihan, gambaran dari jiwa kecil yang tak dituntun oleh pikiran yang sehat. Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: