Bila Saya jadi Anda

February 19, 2011

Oleh Riswandha Imawan*

Bangsa lain selalu iri tetapi nelangsa melihat Indonesia. Katanya, Indonesia memiliki segalanya untuk menjadi negara maju dan modern, kecuali pemimpin. Memang banyak pemimpin yang kita miliki, tetapi hanya segelintir yang paham makna “memimpin”. Bahkan, banyak yang heran, takjub, kok tiba-tiba dia bisa menjadi pemimpin.

Lewat karya klasiknya, Leadership (1978), James Burns menerangkan, ada orang yang terlahir sebagai pemimpin, ada pula yang dibuat menjadi pemimpin. Kategori pertama merujuk pada orang yang bakatnya memimpin, yang lahir dan besar dari dinamika kehidupan masyarakat. Contohnya, generasi Bung Karno.

Kategori kedua merujuk pada orang yang lewat mekanisme sekolah dibentuk menjadi pemimpin. Dia tidak pernah secara langsung berhubungan dengan dinamika masyarakat. Hingga sekalipun dia memimpin, berdeklamasi sangat paham akan derita rakyat sampai ke lubuk hati terdalam, sebenarnya dia tidak paham akan kata-kata yang diucapkannya.

Mayoritas pemimpin kita saat ini datang dari kategori kedua. Mereka tidak pernah menjadi rakyat dalam arti yang sesungguhnya. Terlahir sebagai anak orang berada, sekolah khusus untuk kalangan kelas atas, lalu dijadikan pemimpin karena ijazah yang digenggamnya. Masih lumayan kalau dia aktif dalam aktivitas sosial selama masa pendidikan. Read the rest of this entry »

Advertisements

%d bloggers like this: