Suwandi di Surabaya, Suwandiisme di Malang Raya

ijazah

Oleh : Yusuf Al Esvaram*

Walau agak provokatif judul status di atas, tapi ini yang saya tangkap selama kuliah satu semester di IKIP Budi Utomo Malang. Kampus swasta, sederhana, lebih banyak “fitur” manual daripada “fitur-fitu firtual”, krs-san model lawas gak pakai online-nan segala, gedung kampusnya ada 3 walau 1 diantaraya milik “bersama” dengan kampus lain, hanya satu yang saya bisa pastikan, disini justru saya bertemu dengan sosok-sosok Suwandi baru, dengan ragam toleransi terhadap keadaan mahasiswanya.

Siapa Suwandi? Apa itu Suwandiisme?

Suwandi adalah sosok dosen saya ketika berada dikampus Unesa Jurusan Pendidikan Sejarah FIS dulu. Sosok yang banyak berkoar “josss..!!!” ketika mengajar, cenderung toleran-walau kadang agak tidak mudah ditebak isi pikiran beliau apa. Sosok doktorandes dalam gelar, namun saat bertemu mahasiswanya selalu berbicara “saya ini cocoknya dipanggil doktorambles rek!” dan suka menuliskan nama pena “Cak Wandi” daripada nama dan gelar akademis resminya sendiri-yang kalau “pak dan bu dosen” yang lain akan marah luar biasa bila mahasiswanya salah menulis gelar akademisnya dengan sentakan, “gelarku iku suwi olehe rek!”.

Sedangkan Suwandiisme adalah paham -bikinan saya sendiri dan kawan-kawan pengagum “Cak Wandi”- yang berbicara tentang idealisme seorang dosen terhadap mahasiswanya yang cenderung toleran, inklusif, apa adanya terhadap mahasiswa, dan mau mengerti kondisi -baik sosial, psikis, maupun ekonomi- anak didiknya, lebih memberi solusi daripada instruksi, lebih memberi alternatif daripada bersikap otoritatif, dan mau “joinan kopi dan rokok” dengan mahasiswanya sendiri.

****

Di kampus IKIP Budi Utomo Malang, semester kemarin saya dihenyakkan oleh fakta bahwa, “perilaku dosen” yang bersandar pada ide Suwandiisme cenderung membludak. Bukan hiperbolis, tapi memang inilah adanya. Sosok yang menurut mahasiswa kampus IKIP mungkin otoriter, masih memiliki ciri Suwandi juga -yang dikampus lama saya, cenderung tidak sama sekali.

Yang menarik, barusan saya mencoba tanya pada satu dosen tentang mengapa ada satu mata kuliah saya yang nilainya belum masuk di data BAAKPSI. Jawaban beliau benar-benar menghentakkan saya, “nilai anda sudah masuk mas, ini saya perlihatkan data yang ada pada saya,-sambil memperlihatkan lampiran nilai akhir semester- dan kalau nanti masih belum keluar juga, mungkin ini kesalahan saya”. Bener-bener kaget saya mendengarnya, pengakuan kesalahan dihadapan mahasiswanya sendiri adalah hal -agak- asing bagi saya ketika berada dikampus lama. Belum selesai itu saja, dosen pembimbing saya yang kebetulan berada didekat kami ikutan nimbrung dan memberikan penjelasan yang tak kalah mengagetkan, “pak **** telah menyerahkan transkip hasil nilai semester kelas kamu pada saya, dan kejadian itu bisa jadi adalah kesalahan saya juga”.

JEGGER!!! Ini ibu dan bapak dosen kok malah rebutan salah?! Bingung saya mau jawab apa, hanya jawaban ini yang saya lontarkan, “baik pak, bu, kalau begitu seminggu lagi saya akan coba cek di BAAKPSI, apakah nilai saya sudah masuk untuk satu mata kuliah ini. Terima kasih atas penjelasannya. Permisi…”

Ya, saya hanya bisa kabur “ngacir” termangu akan kejadian itu, di sini saya justru menemukan pribadi yang sejenis dengan “Cak Wandi”. Dalam hati, hanya tawasul fatihah yang saya kirimkan pada beliau, dosen lama saya yang suka bilang, “rokoe ghentenan cok!!”

****

Tiada maksud apapun dalam status saya kali ini selain sebuah refleksi semata atas peristiwa yang baru saja terlewat. Hanya satu kesimpulan saja yang bisa buat, “mungkin bapak ibu dosen dikampus IKIP tidak tahu atau bahkan tak mengenal sama sekali dengan sosok Suwandi dan dagelan konyolnya setiap kali bertemu dan berkumpul dengan saya dan kawan-kawan, yang notabene mahasiswanya sendiri. Walaupun begitu, apa yang beliau lakukan (dosen-dosen IKIP) justru menggugah kenangan lama dan kekangenan lama saya pada sosok Suwandi. So, syukron katsir atas semua pengertian dan kesabarannya bapak ibu, semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkati ilmu yang anda ajarkan pada saya pribadi.

Amin….

 

*Mahasiswa Jurusan Sejarah IKIP BUDI UTOMO, Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: