Lelaki Dalam Tubuh

1216179910976832476czara1_couple.svg.svg.hi

Oleh : Medi Bilem*

            Ini jam 11 malam dan besok hari Senin, tugas kuliah mesti selesai, tapi duduk bersamamu senantiasa lebih menyenangkan dari mengisap ganja dan meminum bir Singha.

Jadi biar tugas itu menunggu, hingga subuh, hingga pagi, biar saja. Mari bercinta..

*****

Malam ini, dalam cangkir kopi, satu meja, dan kau pun berbicara ..

            “Ada lelaki dalam tubuhku, Med.”

(Tentu sayang, ada lelaki, ada perempuan, ada tuhan, ada setan, ada darah, alkohol, kopi, teh, nasi goreng, kebab, onde-onde, wajik, semuanya ada sayang)

“Mereka akan membuangku.”

(Tak apa, setidaknya mereka tak mencekik, menggantung, memenggal, merajam atau membakarmu seperti di abad yang lalu, dan aku siap jadi tempat sampahmu)

“Mereka berkata aku sesat.”

(Bukan, petamu dan peta mereka beda, tak ada timur laut dan barat daya dalam kelamin dan hati, kita mungkin punya 9 kutub, Einstein dan Stephen Hawking belum menulisnya, tunggu saja barangkali Paimin dari Wonogiri sebentar lagi mempublikasikan buku baru soal bumi, tunggu saja)

“Apakah aku salah, Med?”

(Tidak, tentu saja tak salah. Dengan wajahmu yang putih, tinggi semampai, dengan hidung, bibir, buah dada dan pinggul seperti milikmu tentu kau tak salah. Jika kau salah, tentu J Lo dan Kim Kadarsian tak mungkin jadi model majalah, tetapi jualan gorengan di terminal. Tentu kau tak salah)

“Aku harus gimana, Med?”

(Sekarang? Gimana jika kita ke kamar atau sewa villa, lalu kita tidur bareng dan bekerja sama dibawah selimut? Kukira itu sip deh)

“Kenapa kau tersenyum gitu? Ah, kau memang tak pernah sedih, aku berharap hidupku macam kau saja.”

(Wah, jangan. Jangan jadi hitam, jelek, miskin dan penyakitan macam aku. Tetaplah putih, cantik, sehat, seksi, menawan dan bermobil. Sekali-kali jangan hitam, aku sudah terlalu sedih memandang wajahku dalam cermin. Memandang kecantikanmu seperti memancing di Alaska, sejuk dan segar. Melihat tubuhmu seperti sedang melihat anggur dan apel, jadi lapar dan pengen makan, jangan jadi aku, jangan jadi jelek)

“Teringat ceritamu, aku kadang ingin seluruh manusia beragama sepertimu.”

(Waduh jangan, nanti masjid dan gereja tak laku. Nanti MUI jadi pengangguran, nanti FPI kelaparan, tak bisa makan jika tak ada alasan memukul pelacur dan mengobrak diskotik, jangan)

“Apa dulu kau bilang Med, jamur dan ganja?”

(Yup, Tabernate Iboga dan Amanita Muscaria. Manusia cuman suka bayam, kangkung dan wortel, bukan jamur guru atau ganja. Cukup aku yang menyembah daun dan jamur, aku tak bisa bayangkan emakku pegang bong dan pipa atau menumis jamur tahi sapi)

“Aku hanya ingin mencintai, dicintai, seperti yang lainnya.”

(Iya sama, aku juga, dan semua lelaki yang normal dan waras matanya, ingin bercinta denganmu, dalam selimut denganmu, hello, siapa yang tidak?!!!!)

“Kenapa seperti ini?”

(Cantik dan tajir? Wah, itu urusan orang tuamu, kenapa sperma bapak dan sel telur ibumu begitu sempurna? Kenapa pabrik bapakmu tetap berasap hari ini? Kenapa mesti tanya, kenapa tak kau nikmati saja sebelum wajahmu keriput dan tubuhmu peot hingga ke kamar mandi pun mesti dituntun?)

*******

Aku lelah Med

Aku sakit Med

Aku tak memilih ini, aku tak memilih

Hanya saja, lelaki ini lahir dan besar dalam tubuhku

Dia meremas jantung dan hatiku,

dia berjalan dalam darah dan nadiku,

dia bernafas dengan paru-paruku

Aku lelah Med

Ah, Dee

Aku temanmu, aku mengerti

Aku temanmu, aku ada disini buat kamu

telah kujanjikan padamu sejak dulu, jika kau ketuk pintu rumahku, akan senantiasa ada secangkir kopi dan obrolan tanpa dusta untukmu, kau boleh tagih janjiku ini kemaren, besok, atau lusa. Dan kutepati itu bukan?

Kau bilang ada lelaki dalam tubuhmu hingga kau cinta perempuan itu

Untunglah bukan Jessica ku, jika kau pun berhasrat padanya, tentu tak mampu aku bersaing denganmu

dengan kulit putihmu, dengan mobilmu, dengan bibir penuh dan payudaramu

tentu aku kalah sebelum wasit membunyikan bel pertandingan itu

“Hey, coba lihatlah bagaimana mereka menatap kita? Mungkin mereka berfikir betapa beruntungnya aku yang jelek dan hitam bisa duduk berdua denganmu yang cantik dan putih, berfikir bahwa cerita Beauty and The Beast ternyata ada. Atau mereka berfikir seorang model cantik lagi galau ditemani sopir atau pembantunya? Aku tak tahu.” ( ha ha, kau tertawa, dan betapa cantik dirimu dengan deretan gigi itu)

 

Disini, kita bicara

Tentang perempuan-perempuan yang kita cinta

Aku yang memang tak berpayudara dan kau yang menggenakan bra

Aku yang sedang miskin kehabisan rokok dan kau yang begitu ingin bicara, begitu ingin merdeka

Kita tak salah, ini cuman masalah bagaimana dunia melihat dan memandangnya

Karena bumi tak hanya diisi Mother Teresa atau Nelson Mandela

Lebih banyak keledai berwujud manusia, sebab itulah peta kita dan mereka tak sama

Kita yang mengisap ganja lalu tertawa, dan mereka yang muram karena percaya neraka

Kita dan mereka berbeda, terlalu angkuh dan purba untuk punya telinga

Hey, tak perlu susah jika kau dengar mereka bicara

Mereka hanya gumpalan daging yang memuja Amerika, terpesona oleh Timur Tengah

Hanya kenal perut, handphone dan bedak wajah, tak kenal sejarah

Hanya tahu hukum menghukum dan pukul memukul

Bicara dan bicara, dengan begitu hebatnya, hingga tak sempat membaca

Engkau sahabatku, aku bakal ada untukmu, kemarin, hari ini atau nanti.

Kan kita bantah Tuhan mereka, yang berkata perempuan tak boleh cinta wanita.

Kita akan terbakar bersama, bertarung denganNya di neraka sana,

naik banding jika kalah.

Entah pada siapa, kemana dan bagaimana.

Kita akan lawan itu semua.

 8 Oktober 2012

untuk Devi

dan semua perempuan

yang sedang mencintai perempuan

*Pimred Buletin “LURIK”, Mahasiswa Sosiologi Univ. Wijaya Kusuma Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: