Kamu Yang Sedang Tidak Cantik, Sedang BBM Rencananya Naik

Catatan:
ditulis 29 Maret 2012, jam 01:09 wib

Terima kasih untuk novel Larung karangan Ayu Utami dan teman-teman yang telah begitu berani dan rela berpanas berpeluh turun aksi berdemonstrasi menolak rencana kenaikan BBM kemaren.
Salut untuk kalian, tetap semangat, dan CAYOOOO!!!!

Oleh : Medi Bilem

Aku tak tidur malam ini,
aku merasa nyaman,
sedang merindukanmu, bukan fisikmu bukan pula isi otakmu.
Entah apa, hanya kamu, tidak peduli apamu.

Yah, aku terpukau pada email Yasmin Moningka kepada Saman.
Saman yang sedang mandi dan melihat kaki. Atau Shakuntala yang menari.
Iya, tubuhku tidak hanya menyimpan aku yang satu, tetapi aku yang beberapa.

Aku sedang tak ingin membaca buku kuliah. Aku sedang kangen membaca yang selain itu.
Aku sedang jenuh dengan teori, sistem sosial, sistem hukum dan sistem ekonomi.

Bukan hendak tak realis, sekedar menulis untuk “ekspresi jiwa”. Melacur di Eropa layaknya Raden Saleh dalam Tetralogi Pramoedya. Tetapi ada titik aku lelah dan hendak sejenak berebah.
Sayang…,
jika kau tanya soal BBM yang rencananya akan naik bulan depan, tentu sisa otak dan tenaga yang aku punya akan kujawab bahwa itu penghinaan, penipuan, penjajahan oleh mereka yang sedang berkuasa hari ini atas kita manusia-manusia Indonesia yang tidak sedang nyaman, yang tidak punya kuasa.

Perlukah ditolak itu Med?
Ga usah sayang…., cukuplah yang dikatakan oleh Jaker dalam lagu dan puisinya, cukup “ dibenamkan, lalu mati…tak bertenaga!”. Bagi mereka yang sedang berdasi dan naik Camry hari ini.

Kita punya jutaan petani, yang tak ada modal kecuali bahu, tulang dan betis serta pacul tempaan kemaren. Golongan yang tak kuasa dalam surat tanah dan bolpoint. Mereka lah golongan yang paling sah untuk mengubur Maharaja Indonesia beserta mentri-mentri negri ini, hari ini !

Bukan kemaren, bukan esok apalagi lusa.
Cukup bagi kita yang sedikit punya Rupiah, patungan beli truk sampah, buat bantu angkut itu bangsat-bangsat berdasi, tikus-tikus yang menenteng kitab suci. Kita tumpahkan, tumplek blek di ladang kaum petani.
Biar Pak Tani yang mengubur hidup-hidup mereka untuk jadi rabuk, jadi pupuk  bagi bakal padi yang kelak menguning lalu jadi beras untuk dimakan sama-sama setelah bertahun puasa dan lapar karena dipaksa. Alangkah gagah kita, seperti seorang komandan yang punya gambar melati dan bintang pada bahu, kita sabdakan mantra suci kepada para petani itu “ Monggo pakne, bareng-bareng panjenengan kubur tiyang-tiyang niku, hidup atau mati, di tempat, ampun njenengan kuatir, sah kok!!!”
Amboi, ….betapa.

Iya…, aku merindukanmu malam ini.
Bukan tubuhmu, bukan wangimu, bukan pula isi otakmu.

Aku mengenalmu, otakmu hanyalah berisi Chicken Soup dan dadamu rata seperti lelaki.
Tak menarik bagiku.
Yang miskin dan hitam, dipenuhi penyakit dan pengetahuan.
Tak bisa kupilah, apa yang melahirkan siapa. Penyakit yang melahirkan pengetahuan, ataukah pengetahuan  yang melahirkan penyakit?
Entahlah…

Senin sampai jumat aku pergi ke sekolah.
Rutinitas pagi, menghisap timbal, dan saat terik datanglah imbuhan keringat, debu, serta keruwetan.
Jalan Gresik – Surabaya bukanlah jalan surga sayang…

Di Margomulyo situ, cukuplah terbenam sejenak dalam lamun, maka abrakadabra, kau bakal bakal bangun di Rumah Sakit karena terlindas truk 22 roda dengan muatan kotak besar dibelakang bertulis HANJIN, MERATUS, WAN HAI, atau CAPITAL.
Supirnya berkulit coklat, gelap serta dekil, tapi percayalah duitnya mengalir kepada yang berkulit tidak coklat, tidak dekil serta mesti berbau wangi.
Dan tak usah ragu jika ku katakan kepadamu, meski dinding-dinding Rumah Sakit dari luar terlihat putih dan beradab, tetapi isinya penuh dengan merah, biru, kuning serta coklat. Paduan artistik dari darah, memar, borok, tahi serta muntah.

Kalau kau lihat diatasmu tertulis kata “ Instalasi Rawat Darurat ” sebaiknya kau cepat angkat kaki, berpaling, pergi ke ahli terapi agar tak trauma esok hari. Itu untuk Rumah Sakit yang bertuliskan “ Umum ” dan berpasien mereka yang tak hanya menenteng kertas resep obat, tetapi lengkap dengan Surat Keterangan dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan yang bertulis Surat Keterangan Tidak Mampu. Surat yang di Indonesia hari ini bisa kau terjemahkan sebagai surat khusus kepada yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang untuk memberikan karunia berupa kelebihan sabar, kelebihan tabah dan surat permintaan lebih atas air mata. Maka selamatkanlah dirimu dari trauma berkepanjangan. Percayalah.

Aku merindukanmu, bukan fisikmu, apalagi isi otakmu.
Karena dadamu rata seperti lelaki dan otakmu berisi betapa mulia jika hidup sebagai putri dalam istana.

Yah, aku jenis manusia teoritis tidak kongkrit.
Aku sibuk membeli tinta untuk Epson T13 ku saat Grahadi sedang penuh bendera dan caci maki.
Tanggal berapa itu? 27 Maret 2012,  jam 1 siang, terik.
Mereka rela berpanas berkelelahan, sementara aku minum coklat hangat dan berbincang tertawa di Togamas Petra Surabaya.

Kamu yang sedang tidak cantik, sedang BBM rencananya naik.
Kenapa kalimatnya bukan kamu sedang cantik karena BBM tidak akan naik?
Iya sayang, kamu berbanding terbalik dengan BBM di negri ini.
Karena bulan depan jutaan manusia Indonesia bakal banyak yang jungkir balik.

Tidak semua lho, mereka yang kita cadangkan jadi rabuk tadi, tentu saja tidak terjungkir, pun juga tidak terbalik tetapi terus naik.
Naik pundi-pundi dan naik pula jumlah serta level dan ragam pelacur simpanannya.
Bangsat-bangsat ini bakal terus naik kalau ndak kita jungkir dan kita balik.

Dan kamu sayang….
Kamu sedang aman di kost mu malam ini.
Makan coklat serta minum susu.
Besok kuliah bawa diktat, tak lupa hape.

Kau pasang senyum manis meski wajah dan otakmu tidaklah menarik.
Aman, damai dan sejahtera.
Khayalmu tak berubah, seperti ilusi bagian terbesar manusia-manusia Indonesia.

Kau temui aku, kau tuturkan dengan suara begitu mempesona, lembut dan renyah.
“Apa yang naik mas? BBM? Oh…., tak apa, sudah biasa…..”

Iya sayang…, sudah biasa..
Memang biasa..
Begitu biasa…,
ini Indonesia, aku tak boleh lupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: