Catatan Gila Soal Cinta (Bag. 1)

Oleh : Kyand Cavalera*)

Selamat malam dan selamat berjumpa kembali alat kerja. Maaf, aku ingin sedikit Romantisme sedikit. Kugambarkan sedikit keadaan atau suasana saat aku bersamamu. Sebab tentu saja kau tak bisa berucap bukan, makanya aku yang menggambarkannya untukmu. Malam ini di peralihan hari dari hari minggu ke senin. Cuacanya cerah sekali dan angin bergulung – gulung di depan rumah. Syukurlah juga disini air cukup berlimpah ruah.

Maaf kalau panggilanmu kurang mesra. Dear diary terlalu cute ( imut ), dan tentu saja kurang cocok. Alat propaganda juga kurang cocok dan terlalu berbau politik. Tapi tenang saja kau tetap akan kuberi nama, dan namamu adalah Alat kerja. Biar terkesan kaku  tetap tak kurang makna, style retro atau klasik. Aku ingin berbagi kisah padamu malam ini. Bisa juga dibilang curhat. Jujur, aku sedang jatuh cinta. Tentu kau tahu maksudku bukan ?? Aku ulangi AKU JATUH CINTA.

Ah, percuma juga. Akan aku gambarkan padamu kawan. Cinta adalah ( terdiam berpikir mencari arti tentang cinta namun tak juga dapat ) Terlalu banyak tafsirah mengenai barang yang satu itu. Tapi yang jelas banyak orang yang mengagungkannya. Aku jatuh cinta pada seorang gadis kawan. Tentu saja cantik parasnya, seorang bidadari. Tinggi semampai dengan wajah bak pualam. Hidungnya mancung seperti Bapaknya R.A Kartini, itu kalau pernah lihat fotonya. Bisa kau lihat foto itu di buku “Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramoedya Ananta Toer. Bibirnya mirip Angelina Jolie, seksi. Tentu saja ditambah perangkat – perangkat yang menarik lainnya. Kalau sudah begini aku teringat ibu. Kau ingin tahu bagaimana awalnya, hingga aku dibuat gila olehnya. Akan kuceritakan.

Aku bertemu dengannya dua tahun yang lalu dalam sebuah acara OSPEK kampus. Kau tahu bukan suasananya. Semua peserta berkumpul dilapangan, kecuali aku, dia dan beberapa orang panitia. Aku dan beberapa orang panitia sedang melakukan tanam paksa, maksudku menanam kembali di taman kampus. Dia sedang duduk di bawah pohon di area taman. Mataku terus tertuju padanya sejak saat itu. Langkah selanjutnya adalah berusaha untuk kenal dia lebih dekat, tak hanya lewat tatapan mata saja. Dua kali saling bertatapan mata sebelum aku bisa mengenalnya. Kau tahu mata itu?? Tajam bagai mata elang, bening bak embun. Maaf terlalu Lebay ( bahasa gaul yang artinya berlebihan ) aku harap kau paham, saat ini mayoritas temanku angkatan 93.

Kau tahu film Ayat – Ayat Cinta?? Dia adalah sosok Aisyah nya. Tipikal perempuan solihah, pandai berbahasa Arab dan Inggris. Berjilbab?? Tentu saja, mayoritas disini penggunanya. Aku harap kau tak samakan dengan kampus Korea di film Sex is Zero itu. Bila aku disana tentu saja cintaku berubah dari cantik berjilbab menjadi Hot and Sexy. Kata seorang teman ” terimalah apa yang ada, itulah Syukur “. Tapi kenyataan kan berkata lain. Tapi kadang juga fantasi Hot and Sexy  itu muncul juga😀.

Sudah cukup ceritaku padamu tentang gadis yang membuatku jatuh cinta. Sekarang aku ingin bercerita dan membicarakan Cinta dalam bentuknya yang lain. Bukan seperti yang di obral atau yang di tafsirkan secara seksual lewat cerita panas yang bikin merangsang. Tapi entahlah mungkin kata CINTA itu digunakan untuk menggambarkan respon yang ditangkap otak melalui indera – indera yang lalu di terjemahkan keseluruh tubuh. Aku juga bingung apakah tanpa benda lembek bernama otak, Cinta masih ada. Sampai – sampai  Sujiwo Tedjo pernah bilang kalau Cinta itu sedikit di bawah Tuhan. Sungguh mulia bukan barang yang satu itu.

Entah bagaimana cara kerja otak dari sebuah pandangan singkat yang diterima oleh impuls – impuls saraf otak yang milyaran jumlahnya, diterjemahkan dan disebar ke organ lainnya. Begitu cepatnya hanya dalam beberapa waktu saja, jantung berdegub kencang, mulut yang semula kaku bisa bicara bak pujangga atau sebaliknya. Duri bisa jadi Mawar, setan bisa jadi malaikat, iblis bisa jadi nabi. Semua terlihat indah. Entah dalam hitungan apa kecepatan otak bisa di ukur, tentu saja belum mungkin kubandingkan dengan kilat. Kau tahu aku tak pandai berhitung. Bila Stephen Hawking mau menolong tentulah hitungan itu ada. Sekarang aku ingin tertawa bersamamamu, aku bahagia ternyata obrolan kita sudah jauh. Dari kisah cintaku, sampai bedah otak. Yah, aku pikir juga Psikoanalisa nya Sigmund Freud bisa jadi bahan untuk dasar cinta. Sehingga saat bilang Aku Cinta Padamu punya “ landasan “ ( hahahahaha).  Tapi apa gadis itu akan bertanya “ Apa landasan Cintamu? “ Nonsense akan ada yang tanya seperti itu. Bilang cinta itu mudah cukup Iya atau Tidak. Sederhana dengan segala resikonya. Sudah, kita lanjutkan lagi esok. Bersambung.

Gresik, 19 September 2011.

All memories about dearest Janur.

*Penulis adalah pengurus Perpustakaan Bersama Gresik, mahasiswa Univ. Muhammadiyah Gresik.

3 Responses to Catatan Gila Soal Cinta (Bag. 1)

  1. singapore pools…

    […]Catatan Gila Soal Cinta (Bag. 1) « perpustakaan bersama[…]…

  2. Medi Bilem says:

    Baru q baca, bahasanya fun n menyenangkan, baru ngerti rek ^_^

  3. nice posting ya mas🙂
    selamat th baru..maaf telat ngucapin..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: