Jakarta, Yang Bodoh,…Yang Tertawa

July 10, 2011

Oleh : Medi Bilem*

Selamat ulang tahun Medi…selamat ulang tahun Jakarta….

22 Juni tak penting, kecuali bagi orang tua Medi, tepatnya ketika tahun 1980 saat anak ini lahir, dan beberapa manusia yang di KTP atau Paspornya tertera sebagai warga Jakarta, Warga Negara Indonesia. Tentu tak semua, maksudku kadar pentingnya bagi semua warga Indonesia (bahkan sepengetahuanku sampai hari ini tak bakalan ada acara kenduri yang meriah di provinsi ujung barat sekaligus ujung timur Negara ini, yang kumaksud Aceh dan Papua (mungkin karena belum pernah aku temui tulisan atau lagu orang Aceh dan Papua yang manis tentang Jakarta) ketika kota Jakarta memperingati ulang tahunnya yang kesekian ratus sekian…

Sebenarnya males nulis ini, karena mesti buka internet, baca buku A buku B, agar tulisan ini tidak jadi bualan yang menyedihkan, atau pemancing kerusuhan tanpa dibekali landasan material yang valid sebagai bahan, tetapi sebagaimana kata yang kusematkan sebagai judul tulisanku, tentu bukan tanpa alasan. Yup, yang bodoh yang tertawa. Lalu jika kukembangkan tentu saja menjadi, yang terbodoh yang paling keras tertawanya, yang paling ngotot jelas paling keras kemarahannya, dan yang mengerti ( dan ini semoga, meski pesimis) yang akan membandingkan dengan literature-literatur yang ada dalam pustakanya untuk meluruskan tawa-tawa konyol Indonesia. Read the rest of this entry »

Advertisements

%d bloggers like this: