KEDONDONG vs DURIAN

Oleh : Jennifer Rad*

Cantik ataupun tampan tidak menjamin apakah orang itu baik dan sempurna.

Ibarat kedondong,

semua orang yang melihat kulit kedondong yang halus membuat orang-orang  ingin mencicipi,

tetapi setelah itu orang-orang akan terkejut karena rasa kedondong yang ASAM,

sebaliknya durian yang kulitnya berduri,jelek,dan kasar membuat orang-orang enggan menyentuhnya,,

tetapi sesungguhnya durian memiliki rasa yang manis,jika orang-orang mau mencobanya…

Tetapi kenyataanya antara kedondong dan durian sama-sama tidak menguntungkan

KEDONDONG akan dijauhi setelah orang-orang mengetahui rasanya yang ASAM

DURIAN pun tidak ada yang mendekati karena fisiknya yang buruk,,

tetapi orang-orang akan menyukainya setelah mengetahui rasa MANIS dari durian….

Sekarang bisa kita lihat pada realitas kehidupan kita sehari-hari

Si A memiliki wajah yang tampan,berpenampilan menarik,dan selalu menjadi pusat perhatian

sehingga semua orang baik itu laki-laki ataupun perempuan ingin selalu dekat dengannya,

tetapi karena kelebihannya itu si A menjadi merasa sombong dan congkak,ia menganggap dirinya paling sempurna,bahkan tidak jarang ia menghindari orang-orang yang ingin berteman dengannya karena orang itu tidak sepadan dengannya…

Akhirnya karena kesombongannya itu,orang-orang yang semula dekat dengannya akhirnya menjauhinya karena mereka beranggapan si A ternyata hatinya tidak sebagus wajahnya.

Sekarang Si B, ia sama sekali tidak terlihat tampan,tidak menarik perhatian,bahkan hampir semua orang menjauhinya kerena mereka menganggap Si B anak yang menjijikan,maka dari itu ia hampir tidak memiliki teman..

Tetapi suatu ketika ada seseorang temannya yang kesusahan..

Ternyata si B dengan ikhlas menolong temannya itu,hingga akhirnya orang yang dibantu itu merasa terharu akan kebaikan Si B,dan orang itu terbuka hati dan pikirannya bahwa fisik tidak menjamin segalanya,tetapi masih ada satu bagian pada diri manusia yang lebih berarti dan berharga yaitu hati nuraninya…

Kemudian orang itu menceritakan kejadian tersebut pada teman-temannya yang lain..

Dan teman-temannya pun memiliki pemikiran yang sama.

Akhirnya si B memiliki banyak teman karena kebaikannya..

Maka dari itu kita dapat mengambil hikmah dari cerita di atas…

Hendaklah dalam hidup ini kita menilai sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja..

Dan dalam kehidupan ini kita tidak boleh membedakan sesama manusia

cantik,tampan,kaya,miskin,semua SAMA SAJA di mata TUHAN…

*Pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: