Ketika Gresik Tak Lagi Berhias Iman

By: Eetha Natnat *

Realita yang ironis untuk kota para wali yang memiliki beribu santri, puluhan pesantren yang kian menjamur dikota ini. Namun menjamurnya pesantren diiringgi juga dengan menjamurnya warung kopi panggku. Kini warung kopi yang menjadi sarana pemersatu masyarakat gresik secara tidak langsung. Yang berfungsi tak hanya sebagai ajang tempat kumpul, tempat membaca koran, sharing pengalaman, tetapi fungsi yang baik itu sekarang berubah menjadi ajang prostitusi. Realita ini tak bisa dipungkiri dan ini semua tidak hanya terjadi dikota tapi juga di pinggiran kota bahkan di pedesaan.

Ini semua bisa dibuktikan salah satuya ketika kita mencoba berjalan ke arah barat dari Gresik kota menuju daerah Mojokerto. Disana kita akan melihat banyak berdirinya warung kopi pangku berdiri berdampingan, beriringan seolah bersaing satu sama lain dan para gadis berumur belia yang menjadi pelayan nampak berjajar menunggu para lelaki buaya. Dan itu mungkin hanya salah satu contoh kecil tempat yang tidak kita ketahui lagi berapa banyak tempat seperti itu membanjiri kawasan Gresik. Sungguh realita yang ironis.

Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang menyebabkan ini semua? Apakah ada yang salah dengan struktur pemerintahan daerah? Struktur penertiban, atau memang dari masyarakat itu sendiri akibat dari kesenjangan ekonomi yang saat ini semakin kontras bahkan menyilaukan mata? Atau ada hal yang lain? Dan ketika sebagian masyarakat yang peduli dengan realitas sosial untuk saat ini sudah tak lagi menjadi rahasia individu namun berubah menjadi rahasia umum mulai gerah dengan semua ini lalu mulai mempertanyakan keberadaan satuan polisi pamong praja (satpol pp), sebagai jajaran petugas yang notabene sebagai satuan pengaman dan penertiban sering melakukan penggusuran paksa. Serta para ulama yang memiliki tanggung jawab membina moral masyarakat kini juga dipertanyakan. Dimanakah mereka??

Dan masih pantaskah slogan “Gresik Berhias Iman”..? Atau mungkin mana yang lebih cocok “ Gresik Berhias Iman” atau “Gresik Berhias Warung Kopi Pangku”?

*Penulis adalah Mahasiswi Sastra Inggris UMG yang kini aktif di LPM UMG

5 Responses to Ketika Gresik Tak Lagi Berhias Iman

  1. kyand cavalera says:

    selamat buat Muluk yang sudah mulai menulis

  2. Oejank Indro says:

    Spesial buat Mbak Mahasiswi yang nulis diatas.
    Koreksi : Mudah memang menulis dengan liar. Aplagi dengan nuansa kritikan. Mbak, menulis sebuah realitas juga perlu komoditas yang komples. Dan saya belum melihat itu dari susunan paragraf anda. Menulis memang perlu membaca, jangan hanya memulai dengan irama intuitif belaka.

    • Kami rasa apabila ada kelemahan dari tulisan ini, semua dikarenakan kami semua masih dalam belajar. dan semoga kritikan dan koreksi dari kawan-kawan dapat memacu kami untuk lebih banyak lagi belajar utamanya dalam hal tulis menulis..!

      Terimakasih pada kawan Oejank Indro atas atensinya.

  3. Bay you keane says:

    Industri mempunyai dampak eksternalitas. Kehadiran kopang di gresik, merupakan dampak eksternalitas negatif bila dipandang dari sudut keagamaan atau semboyan kota gresik berhias iman yg realitanya,gresik adalah kota santri. Namun disisi lain, kehadiran kopang ini,akan meningkatkan perekonomian masyarakat,mereka secara langsung melakukan bisnis yang sangat menguntungkan, di samping bisa menyerap tenaga kerja, juga bisa mengurangi pengangguran khususnya di wilayah gresik. Saat ini mau tidak mau,inilah realita yg terjadi, kehadiran kopi pangku, adalah dampak negatif dari industrialisasi. Kota2 besar di indonesia,malah mempunyai tempat yg lebih parah dari pada kopi pangku. Di sby,ada dolli, di jakarta, bnyk di temukan hotel plus diskotik dan panti pijat. Di bandung,bnyk menyediakan vila plus. Dan bnyk lainnya jg. Industri=eksternalitas negatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: