IDAYU DAN PEREMPUAN MASA DEPAN INDONESIA

Oleh : Iwan Soebakree*

Mungkin pada saat anda membaca judul di atas, yang terpikir adalah siapa itu Idayu? Dan apa hubungannya dengan perempuan masa depan Indonesia? Yah Idayu yang disebutkan dalam judul di atas memang bukan siapa-siapa kawan. Dia hanyalah manusia biasa yang lahir ke dunia ini bersama dengan bayi-bayi lain yang secara kebetulan lahir berbarengan dengan hari kelahirannya. Benar kawan, Idayu adalah anakku. Berjenis kelamin perempuan dan lahir pada hari Minggu tanggal 27 Februari 2011 di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Gresik, Jawa Timur.

Aku namakan anakku ini Idayu jelas bukan tanpa maksud. Ada pujangga yang bilang apalah arti sebuah nama, meski kultur yang ada di sini tidaklah demikian. Istriku sampai meminjam sebuah buku yang berisi nama-nama bayi di dunia, dari berbagai bahasa, yang bahkan nama-nama artis top Indonesia pun nongkrong di sana lengkap dengan artinya. Apabila aku sebutkan satu persatu jelas ruang yang tersedia tidak bakal tercukupi (bahkan istriku sendiri saja sampai bingung mau memilihnya), namun bisa aku gambarkan bahwa nama-nama yang jumlahnya ribuan itu punya arti yang indah-indah dan bagus-bagus. Jadi maaf saja apabila anda mencari nama dengan arti yang jelek tidak akan anda temui disitu. He..he..he..!

Bagiku arti nama bagus saja belumlah cukup. Aku menginginkan yang lebih daripada sebuah arti meskipun itu indah dan bagus. Oleh karena itu, dengan berbagai pertimbangan serta persetujuan sang istri tentunya, kami namakan anak kami :

“IDAYU LIVIA FIRDAUSI”

Dua kata yang depan dan belakang adalah usulku sedang yang tengah usulan dari istriku. Sengaja aku letakkan di tengah dan dalam balutan huruf tebal kawan. Bukan bermaksud pamer ataupun menyombongkan nama anak kami, sama sekali tidak. Akan tetapi aku hanya ingin menunjukkan bahwa nama di atas sangat berarti buat kami, orang tua sang bayi tersebut.

Kemarin dulu, ada teman yang bertanya nama anak kami, dan begitu aku beritahukan dia bertanya,”artinya apa?” Aku jawab mungkin nama itu memang tidak berarti apa-apa karena aku sendiri tidak tahu artinya (nama Livia yang paling tahu istriku, oleh karena itu tidak akan aku bahas disini). Mungkin hanya kata “FIRDAUS” yang aku tahu itupun karena namanya sama dengan salah satu nama surga. Yah… aku tidak bisa memuaskan pertanyaan temanku tadi. Namun aku katakan sama dia, kalau ingin tahu kenapa aku namakan anakku dengan nama di atas, silahkan baca “Arus Balik” karya Pramoedya Ananta Toer dan “Perempuan di Titik Nol” nya Nawal el Saadawi. Nanti kau pasti akan mengerti.

Memang benar, Arus Balik dan Perempuan di Titik Nol adalah yang menginspirasi nama anakku. Idayu dalam novel Pramoedya digambarkan sebagai sosok perempuan yang cantik jelita, dan lemah lembut sebagai bunga dari Awis Krambil, sebuah desa dalam territorial kadipaten Tuban pasca runtuhnya Majapahit. Bukan secara fisik aku maknai anakku ini sebagai Idayu, akan tetapi sikap dan watak Idayulah yang aku harapkan menginspirasi kehidupan anakku kelak. Idayu yang setia pada cintanya, Idayu yang berani memperjuang cintanya meski nyawa taruhannya, dan cinta Idayu yang tidak lekang oleh waktu. Bukan hanya untuk Wiragaleng seorang, akan tetapi untuk seluruh Insan Indonesia yang cinta pada tanah airnya.

Kelemahan seorang Idayu dalam novel Pramoedya aku isi dengan seorang tokoh Firdaus, yang dalam novel Nawal el Saadawi lebih keras dan tegas, tidak kenal takut apabila benar tetapi tetap cerdas. Sekali lagi, bukan fisik dan profesi atahu apapun. Sosok firdaus serta pemikirannya, yang sadar akan harga diri, kehormatan dan martabat sebagai perempuan yang tidak akan pernah menyerah pada segala bujuk rayu. Teguh pada pendirian dan berprinsip untuk mencari kebahagiaan sejati sebagai perempuan.

Idayu yang masih lemah karena ketidaktahuannya telah diisi oleh sosok perempuan mesir firdaus yang berada di belakangnya. Mendorong Idayu dengan segala kecerdasan dan prinsip yang, Membalik “Arus” kembali ke depan dengan penuh kepercayaan diri sebagai seorang perempuan masa depan Indonesia yang bermartabat untuk mengangkat derajat kaumnya. Bersama-sama dengan para perempuan masa depan Indonesia yang lain untuk meraih kembali kehormatan perempuan yang terenggut dan bergandengan tangan melawan dunia.

Majulah perempuan masa depan Indonesia!!

 

Gresik, 5 Maret 2011

*Wakil Ketua Perpustakaan Bersama Gresik dan masih aktif mengajar di salah satu lembaga pendidikan swasta di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: